PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN NASABAH KREDIT
PERORANGAN DAN KELOMPOK:
STUDI KASUS PADA PD BPR BANK PASAR KABUPATEN KARANGANYAR
PERORANGAN DAN KELOMPOK:
STUDI KASUS PADA PD BPR BANK PASAR KABUPATEN KARANGANYAR
Dodik Agung Indra
Tri Gunarsih
Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta
Jalan A. Yani, Tromol Pos 1, Pabelan, Surakarta 57102
Tri Gunarsih
Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta
Jalan A. Yani, Tromol Pos 1, Pabelan, Surakarta 57102
ABSTRACT
This researches aim to analysis the influence of variable reliability, responsiveness,
assurance, empathy, and tangible to individual credit customer satisfaction and group at
PD BPR Bank Pasar Kabupaten Karanganyar. Result from individual credit analysis,
assess the t-test of variable of reliability and tangible equal to 3,110 and 4,365 significant
at a = 1%. Value t-test of variable responsiveness equal 2,398; empathy equal 2,077 and
assurance equal 2,748 is significant at a = 5%, hence refused null hypothesis and
alternative hypothesis accepted. Meaning variable reliability, responsiveness, empathy,
assurance, and tangible individually is each variable influence the variable of satisfaction
of customer individual ness credit. Result from analysis of group credit; assess the t-test
variable of empathy and tangible equal 5,322 and 3,612 significant at a ' 1%. Value of ttest variable reliability equal 1,882; responsiveness equal 1,991 and assurance equal
1,710 is significant at a = 5%, hence refused null hypothesis and alternative hypothesis
accepted. Meaning variable reliability, responsiveness, empathy, assurance, and tangible
individually is each variable influence the variable satisfaction of customer of group credit.
Seen from value F-test for the client of individualcredit assess the F-test equal 47,801 is
significant at a = 1 % hence refused null hypothesis and alternative hypothesis accepted.
Meaning variable reliability, responsiveness, empathy, assurance, and tangible by
together influence the variable of satisfaction of client of individual ness credit by
significant, and assess the F-test for the customer of group credit equal 55,633 is
significant at a = 1%, hence refused null hypothesis and alternative hypothesis accepted.
Meaning variable reliability, responsiveness, empathy, assurance, and tangible by
together influence the variable of satisfaction of client of group credit by significant. Test
the accuracy model by using coefficient determinacy (R2) show the value of coefficient
determinacy (R2) for the credit of individual ness equal 0,898 meaning equal 89,8 %
variable reliability, responsiveness, empathy, assurance, and tangible can influence the
variable of customer satisfaction by significant, while equal to 11,2% influenced by other
variable is not packed into a model, and assess thecoefficient determinacy (R2) of group
credit equal 0,820 meaning equal 82,0 % variable reliability, responsiveness, empathy,
assurance, and tangible can influence the variable of customer satisfaction by significant,
while equal to 18,0% influenced by other variable is not packed into a model. Assess the
(coefficient regression) biggest in individual ness credit responsiveness (0,382), newly
secondly variable tangible (0,367), third position variable reliability (0,315), variable
assurance (0,248), and last is variable empathy (0,120). Its meaning influence individually
strongest variable responsiveness, caught up secondly variable tangible, third position
variable reliability, fourth of variable assurance,and last is variable empathy. In this case
individual ness customer feel the energy listen carefully from employees of employees of
PD BPR Bank Pasar Kabupaten Karanganyar have the influence most dominant in serving
credit. Assess the (coefficient regression) biggestin group credit is empathy (0,367), newly
secondly variable tangible (0,295), third position of variable responsiveness (0,155),
variable reliability (0,133), and last variable assurance (0,120). Its meaning is influence
individually strongest variable empathy; caught up secondly variable tangible, third
position variable responsiveness, fourth variable reliability, and last variable assurance. In
this case group client feel all attention from employees of PD BPR Bank Pasar Kabupaten
Karanganyar has the influence most dominant in serving credit.
Keywords: responsiveness, empathy, assurance.
A. PENDAHULUAN
Bisnis perbankan merupakan bisnis jasa yang berdasarkan pada azas
kepercayaan sehingga masalah kualitas layanan menjadi faktor yang sangat menentukan
dalam keberhasilan usaha. Kualitas layanan merupakan suatu bentuk penilaian konsumen
terhadap tingkat layanan yang diterima (perceived service) dengan tingkat layanan yang
diharapkan (expected service) (Kotler, 1997:20).
Kemajuan perekonomian mempengaruhi kehidupan masyarakat. Peningkatan
status sosial dan ekonomi masyarakat berakibat padaperubahan perilaku dan gaya hidup
mereka. Perubahan tersebut pada akhirnya mempengaruhi selera kepuasan terhadap
suatu produk. Masyarakat menginginkan produk dan layanan berkualitas yang sesuai
dengan kebutuhan mereka.
Agar dapat bersaing, bertahan hidup, dan berkembang perusahaan dituntut
untuk mampu memberikan pelayanan berkualitas yang dapat memenuhi kebutuhan dan
keinginan pelanggan. Produk dan jasa yang tidak memenuhi kualitas pelanggan dengan
sangat mudah ditinggalkan dan akhirnya pelanggan beralih ke perusahaan/bank lain.
Untuk mengantisipasi hal tersebut tentunya akan mengutamakan perluasan produk dan
pelayanan yang berorientasi pada pelayanan yang mengutamakan kepuasan nasabah.
PD BPR Bank Pasar Kabupaten Karanganyar sebagai perusahaan jasa
perbankan tidak akan mungkin menghindar dari realita persaingan industri jasa perbankan
yang semakin meningkat. Sehubungan dengan konteks kualitas pelayanan dalam
mempertahankan nasabah PD BPR Bank Pasar mengembangkan produk kredit yang
bersifat kelompok dan pengembangan kredit ini telahberjalan sejak tahun 1998.
Produk kredit kelompok dalam pengembangan tersebut yaitu: (a) PKM/PHBK
(Proyek Kredit Mikro/Proyek Hubungan Bank dengan Kelompok); (b) K3P (Kredit
Kelompok Ketahanan Pangan); (c) KKPK (Kredit Kelompok Pengusaha Kecil); (d) PUNDI
(Pengusaha Mandiri); dan (e) Koperasi Murid.
Hadirnya dua produk kredit, yaitu kredit perorangan dan kelompok itu menjadi
faktor penting untuk dilakukan penelitian mengenai pengaruh kepuasan layanan pada
nasabah di PD BPR Bank Pasar dengan membandingkan antara kredit perorangan dan
kelompok di PD BPR Bank Pasar Karanganyar. Penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan lima variabel yang diduga mempengaruhi kepuasan layanan nasabah.
Kelima variabel bebas tersebut yaitu: variable reliability (keterandalan), responsiveness
(cepat tanggap), empathy (empati), assurance (jaminan), tangible (nyata) (Rangkuti,
2003:30).
Tabel 1
Perkembangan Jumlah Nasabah PD BPR Bank Pasar Kabupaten Karanganyar Program Pascasarjana MM UMS, Surakarta.
Tabel 2
Perkembangan Penyaluran Dana di PDBPR Bank Pasar Kabupaten K.aranganyar
Tahun 2000 - 2004
Tabel 1 di atas memperlihatkan perkembangan jumlah nasabah kredit kelompok
di PD BPR Bank Pasar Kabupaten Karanganyar yang mengalami kenaikan dari tahun
2000-2004, sebaliknya untuk nasabah perorangan mengalami penurunan. Tabele 2
menunjukkan perkembangan penyaluran dana di PD BPR Bank Pasar Kabupaten
Karanganyar dari tahun 2000-2004 mengalami kenaikan, baik pada kredit perorangan
maupun kelompok.
Data tersebut PD BPR Bank Pasar Kabupaten Karanganyar serta adanya
peningkatan penyaluran kredit berhubungan dengan kualitas pelayanan dan kepuasan
nasabah. Untuk dapat menentukan kebijakan pemasaran yang tepat, khususnya dalam
pelayanan kepada nasabah, diperlukan kajian tentang dimensi pelayanan kepada
nasabah PD BPR Bank Pasar Kabupaten Karanganyar.
Sehubungan dengan kondisi itu, persoalannya adalah apakah ada pengaruh
variabel realibility (keterandalan), responsiveness (cepat tanggap), emphaty (empati),
assurance(jaminan), dan tangible (nyata) terhadap kepuasan nasabah. Dengan demikian,
orientasi penelitian ini adalah untuk: (a) membuktikan apakah ada pengaruh kepuasan
nasabah terhadap layanan kredit perorangan dan kelompok berdasarkan dimensi
reabilility (keterandalan), responsiveness (cepat tanggap), emphaty (empati), assurance
(jaminan), dan tangible (nyata) di PD BPR Bank Pasar Kabupaten Karanganyar; (b)
mengidentifikasi dimensi-dimensi kualitas layanan yang paling berpengaruh terhadap
kepuasan nasabah PD BPR Bank Pasar Kabupaten Karanganyar berdasarkan dimensi
reabilility (keterandalan), responsiveness (cepat tanggap), emphaty (empati), assurance
(jaminan), dan tangible(nyata) di PD BPR Bank Pasar Kabupaten Karanganyar.
B. METODE PENELITIAN
1. Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini merupakan tipe penelitian pengujian hipotesis mengenai pengaruh
kepuasan nasabah terhadap reabilithy (keterandalan), respoansiveness(cepat tanggap),
empathy (empati), assurance (jaminan), tangible (nyata) pada nasabah PD BPR Bank
Pasar Kabupaten Karanganyar.
2. Populasi, Sampel, dan Tehnik Sampling
Populasi adalah suatu himpunan unit yang biasanya berupa orang, objek,
transaksi atau kejadian di mana kita tertarik untuk mempelajarinya (Kuncoro, 2001:22).
Dalam penelitian ini populasi yang dimaksudkan adalah nasabah kredit perorangan dan
kredit kelompok.
Sampel adalah suatu himpunan bagian (subset) dari unit populasi. Sampel
diambil secara random sampling. Jumlah sampel berdasarkan pendapat Roscoe seperti
dikutip Sekaran (2000) bahwa ukuran sampel lebih besar dari 30 dan kurang dari 500
telah mencukupi untuk digunakan dalam semua penelitian. Pendapat Roscoe tersebut
dalam sebuah penelitian sudah dianggap mencukupi. Mengacu pada pendapat Roscoe
yang dikutip Sekaran (2000) itu, maka jumlah sampeldalam penelitian ini sebanyak 100
responden dari populasi yang ada di PD BPR Bank Pasar Kabupaten Karanganyar.
3. Sumber Data
Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, penulis akan
mengguanakan data primer yang didapatkan melalui daftar kuesioner dan observasi
(dalam hal ini masalah PD.BPR Bank Pasar Kabupaten Karanganyar).
4. Definisi Operasional Variabel
Menghindari luasnya tinjauan atas variabel-variabel maka diberikan definisi
operasional yang akan digunakan. Skala penelitian yang digunakan dengan
menggunakan skala Likert (1-5).
Adapun definisi operasional variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Kepuasan Nasabah
Kepuasan nasabah adalah tingkat kepuasan pengguna produk maupun jasa
layanan yang diberikan oleh PD BPR Bank Pasar Kabupaten Karanganyar.
Indikator yang digunakan adalah nasabah kredit perorangan dan nasabah kredit
kelompok.
b. Reliability(Keterandalan)
Yaitu kemampuan perusahaan dalam memberikan pelayanan yang baik, cepat,
dan tepat kepada nasabahnya serta sesuai dengan pelayanan yang dijanjikan.
Dimensi reliabilitydapat dilihat dari ketepatan melaksanakan janji, dapat dipercaya,
dan akurasi dalam pencatatan dokumen.
c. Responsiveness(Cepat Tanggap)
Yaitu kemampuan pihak bank untuk berusaha memberikan bantuan kepada
nasabah dan memenuhi pelayanan yang tepat.
d. Empathy(Empati)
Yaitu kemampuan pihak bank untuk memberikan perhatian secara individu.
e. Assurance(Jaminan)
Yaitu pengetahuan dan keramahan karyawan yang harus dimiliki oleh karyawan
bank dan kemampuan mereka dalam menawarkan kepercayaan diri kepada
nasabah.
f. Tangible(Nyata)
Yaitu keberadaan fasilitas-fasilitas fisik, peralatan, karyawan dan alat-alat
pendukung yang berujud dari bank dalam memberikan pelayanan kepada
nasabah.
5. Tehnik Pengumpulan Data
Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner
dan observasi.
a. Kuesioner
Dengan mengguanakan daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden
untuk memperoleh data yang diperoleh.
b. Observasi
Dengan cara mengadakan pengamanan langsung pada objek penelitian untuk
melengkapi data yang diperlukan. Data yang diperoleh antara lain data
perkembangan jumlah nasabah kredit perorangan dan kredit kelompok serta
jumlah penyaluran dana yang diberikan dari tahun 2000 sampai dengan tahun
2004.
6. Teknik Analisis Data
Data yang masuk akan dianalisis dan diuji dengan menggunakan statistik
metode regresi linier berganda. Dalam penelitian ini, sebagai variabel tak bebas adalah
kepuasan nasabah sedangkan sebagai variabel bebas adalah reability, responsiveness,
empathy, assurance, dan tangible.
Adapun persamaan regrasi linier berganda dalam peneliatian ini dirumuskan
sebagai berikut:
a. Analisis Regresi Linier Berganda :
hasil persamaan regresi berganda tersebut kemudian dianalisis dengan
menggunakan beberapa uji yaitu:
b. Uji statistik
1) Uji Ketepatan Parameter Penduga (Estimate)
Uji-t digunakan untuk menguji apakah pertanyaan hipotesis benar (Setiaji,
2004:13). Uji statistik t pada dasarnya menunjukan seberapa jauh pengaruh suatu
variabel penjelas secara individual dalam menerangkan variabel terikat.
Adapun prosedurnya sebagai berikut:
1) Menentukan Ho dan H1 (hipotesis nihil dan hipotesis alternatif)
2) Dengan melihat hasil print outcomputer melalui program SPSS for windows,
diketahui nilai t-hitung dengan nilai signifikansi nilai t.
3) Jika signifikansi nilai t < 0,05 maka ada pengaruh yang signifikan antara
variabel bebas terhadap variabel terikat.
4) Jika signifikan nilai t > 0,05 maka tidak ada pengaruh yang signifikan antara
variable bebas terhadap variable terikat. Artinya Ho diterima dan menolak H1,
pada tingkat signifikansi α = 5%. Namun bila nilai t sig < 0,10 maka ada
pengaruh yang signifikan pada signifikansi α = 1%.
menggunakan beberapa uji yaitu:
b. Uji statistik
1) Uji Ketepatan Parameter Penduga (Estimate)
Uji-t digunakan untuk menguji apakah pertanyaan hipotesis benar (Setiaji,
2004:13). Uji statistik t pada dasarnya menunjukan seberapa jauh pengaruh suatu
variabel penjelas secara individual dalam menerangkan variabel terikat.
Adapun prosedurnya sebagai berikut:
1) Menentukan Ho dan H1 (hipotesis nihil dan hipotesis alternatif)
2) Dengan melihat hasil print outcomputer melalui program SPSS for windows,
diketahui nilai t-hitung dengan nilai signifikansi nilai t.
3) Jika signifikansi nilai t < 0,05 maka ada pengaruh yang signifikan antara
variabel bebas terhadap variabel terikat.
4) Jika signifikan nilai t > 0,05 maka tidak ada pengaruh yang signifikan antara
variable bebas terhadap variable terikat. Artinya Ho diterima dan menolak H1,
pada tingkat signifikansi α = 5%. Namun bila nilai t sig < 0,10 maka ada
pengaruh yang signifikan pada signifikansi α = 1%.
2) Uji Ketepatan Model
a) Uji-F
Yaitu untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh dari variabel bebas terhadap
variabel tak bebas secara bersama-sama. Menurut kuncoro (2001:98) uji
statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang
dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama
terhadap variable terikat.
Adapun prosedurnya sebagai berikut:
1) Menentukan Ho dan H1 (hipotesis nihil dan hipotesis alternatif)
2) Menentukan level of signifikans (missal α = 5%.)
3) Kriteria uji-F, dengan melihat hasil print out komputer, jika hasil sig value <
5% berarti signifikans.
b) Uji Koefisien Determinasi (R2)
Menurut Setiaji (2004:20) koefisien determinasi (R2) pada intinya
digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan variabel bebas dalam
menerangkan variabel yang terikat.
Rumus yang digunakan adalah:
a) Uji-F
Yaitu untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh dari variabel bebas terhadap
variabel tak bebas secara bersama-sama. Menurut kuncoro (2001:98) uji
statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang
dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama
terhadap variable terikat.
Adapun prosedurnya sebagai berikut:
1) Menentukan Ho dan H1 (hipotesis nihil dan hipotesis alternatif)
2) Menentukan level of signifikans (missal α = 5%.)
3) Kriteria uji-F, dengan melihat hasil print out komputer, jika hasil sig value <
5% berarti signifikans.
b) Uji Koefisien Determinasi (R2)
Menurut Setiaji (2004:20) koefisien determinasi (R2) pada intinya
digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan variabel bebas dalam
menerangkan variabel yang terikat.
Rumus yang digunakan adalah:
C. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada bagian ini, kuesioner diuji dengan uji validitas dan reabilitas. Analisa data
dengan menggunakan analisa regresi linear berganda,uji statistik serta uji asumsi klasik.
Tabel berikut memuat rangkuman analisis data kredit perorangan dan kredit kelompok
serta uji asumsi klasik.
Hasil analisis dari komputer tersebut bila dimasukkan dalam rumusan regresi
linier berganda, akan dihasilkan sebagai berikut:
1. Untuk Kredit Perorangan.
Y = -5,082 + 0,315X1+ 0,382X2+ 0,120X3+ 0,248X4+ 0,367X5+ e
(3,110)*** (2,398)** (2,077)** (2,748)* (4,365)***
2. Untuk Kredit kelompok.
Y = 1,524 + 0,133X1+ 0,155X2+ 0,367X3+ 0,120X4+ 0,295X5+ e
(1,882)* (1,991)* (5,322)*** (1,701)* (3,612)***
Keterangan:
Dalam kurung menunjukkan nilai t-hitung.
* = menunjukan signifikansi pada α = 10%.
** = menunjukan signifikansi pada α = 5%.
*** = menunjukan signifikansi pada α = 1%.
Pada bagian ini, kuesioner diuji dengan uji validitas dan reabilitas. Analisa data
dengan menggunakan analisa regresi linear berganda,uji statistik serta uji asumsi klasik.
Tabel berikut memuat rangkuman analisis data kredit perorangan dan kredit kelompok
serta uji asumsi klasik.
Tabel 3
Rangkuman Analisa Data Kredit Perorangan dan KreditKelompok
Serta Uji Asumsi Klasik
Rangkuman Analisa Data Kredit Perorangan dan KreditKelompok
Serta Uji Asumsi Klasik
Keterangan:
Kredit perorangan dengan data 33 kasus (responden)
Kredit kelompok dengan data 67 kasus (responden)
Kredit perorangan dengan data 33 kasus (responden)
Kredit kelompok dengan data 67 kasus (responden)
Hasil analisis dari komputer tersebut bila dimasukkan dalam rumusan regresi
linier berganda, akan dihasilkan sebagai berikut:
1. Untuk Kredit Perorangan.
Y = -5,082 + 0,315X1+ 0,382X2+ 0,120X3+ 0,248X4+ 0,367X5+ e
(3,110)*** (2,398)** (2,077)** (2,748)* (4,365)***
2. Untuk Kredit kelompok.
Y = 1,524 + 0,133X1+ 0,155X2+ 0,367X3+ 0,120X4+ 0,295X5+ e
(1,882)* (1,991)* (5,322)*** (1,701)* (3,612)***
Keterangan:
Dalam kurung menunjukkan nilai t-hitung.
* = menunjukan signifikansi pada α = 10%.
** = menunjukan signifikansi pada α = 5%.
*** = menunjukan signifikansi pada α = 1%.
Nilai F-hitung variabel bebas dari tabel 3 tersebut untuk kredit perorangan
sebesar 47,801 adalah signifikan pada α = 1% maka hipotesis nihil ditolak dan hipotesis
alternatif diterima. Artinya, variabel reliability, responsiveness, empathy, assurance, dan
tangible secara bersama-sama mempengaruhi variabel kepuasan nasabah kredit
perorangan secara signifikan.
Nilai F-hitung variabel bebas dari tabel 3 untuk kredit kelompok sebesar 55,633
adalah signifikan pada α = 1%. Deangan demikian, hipotesis nihil ditolak dan hipotesis
alternatif diterima. Artinya, variabel reliability, responsiveness, empathy, assurance, dan
tangible secara bersama-sama mempengaruhi variabel kepuasan nasabah kredit
kelompok secara signifikan.
Temuan-temuan dalam penelitian ini terbukti mendukung teori-teori Garpersz yang
menyatakan atribut kualitas pelayanan adalah ketepatan/kecepatan pelayanan, akurasi
pelayanan, dan kenyaman yang dapat dimasukkan dalam variabel reliability,
responsiveness, empathy, assurance, dan tangible.
Penelitian ini juga mendukung teori Parasuraman dan Zeithaml (1990) di mana
tolak ukur kualitas pelayanan dapat diukur oleh 10 sub variabel (dimensi), yaitu: tangible
(berwujud), reliability (keandalan), responsiveness (kerosponsifan), competence
(pengetahuan dan keterampilan), courtesy (perilaku), credibility (kejujuran), security
(keamanan), access (kemudahan hubungan), communications (komunikasi), dan
understanding the customer(mengerti kebutuhan masyarakat).
Kesepuluh variabel itu pada dasarnya sama dengan lima variabel yang digunakan
sebagai dasar dalam penelitian ini, yakni: reliability, responsiveness, empathy, assurance,
dan tangible. Hasil penelitian mennjukkan bahwa variable reliability, responsiveness,
empathy, assurance, dan tangibleberpengaruh positif terhadap kepuasan nasabah kredit
perorangan maupun kredit kelompok.
Namun bila lebih dicermati lebih lanjut, untuk nasabah kredit perorangan variabel
dominan adalah responsiveness. Tanggapan dari karyawan terhadap nasabah kredit
kelompok variabel yang lebih berpengaruh adalah empathy, maka pihak bank lebih
memperhatikan secara individu. Untuk itu, tidaklah mengherankan hampir perbankan
terutama BPR, lebih memperhatikan atau menaruh perhatian, memberi kemudahankemudahan kepada para nasabah yang mengambil kreditsecara kelompok di mana ada
penanggung jawabnya.
Penelitian mendukung penelitian Host (2004) yang menyatakan ada hubungan
antara kepuasan pelanggan dan kualitas pelayanan yang indikatornya adalah reliability,
responsiveness, empathy, assurance, dan tangible. Penelitian ini juga mendukung
penelitian Wahyuddin dan Muryati (2001) berkaitan dengan kepuasan pelanggan PDAM
kabupaten Klaten, di mana pelayanan petugas sangat signifikan terhadap kepuasan
pelanggan, di mana dalam penelitian ini semua variabel bebas (reliability, responsiveness,
empathy, assurance, dan tangible) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap
kepuasan nasabah di PD.BPR Bank Pasar Kabupaten Karanganyar.
sebesar 47,801 adalah signifikan pada α = 1% maka hipotesis nihil ditolak dan hipotesis
alternatif diterima. Artinya, variabel reliability, responsiveness, empathy, assurance, dan
tangible secara bersama-sama mempengaruhi variabel kepuasan nasabah kredit
perorangan secara signifikan.
Nilai F-hitung variabel bebas dari tabel 3 untuk kredit kelompok sebesar 55,633
adalah signifikan pada α = 1%. Deangan demikian, hipotesis nihil ditolak dan hipotesis
alternatif diterima. Artinya, variabel reliability, responsiveness, empathy, assurance, dan
tangible secara bersama-sama mempengaruhi variabel kepuasan nasabah kredit
kelompok secara signifikan.
Dari tabel 3 diketahui nilai koefisien determinasi (R2) untuk kredit perorangan
sebesar 0,898. Artinya sebesar 89,8 % variabel reliability, responsiveness, empathy,
assurance, dan tangible mampu mempengaruhi variabel kepuasan nasabah secara
signifikan, sedangkan sebesar 11,2 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak
dimasukkan dalam model. sebesar 0,898. Artinya sebesar 89,8 % variabel reliability, responsiveness, empathy,
assurance, dan tangible mampu mempengaruhi variabel kepuasan nasabah secara
signifikan, sedangkan sebesar 11,2 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak
Temuan-temuan dalam penelitian ini terbukti mendukung teori-teori Garpersz yang
menyatakan atribut kualitas pelayanan adalah ketepatan/kecepatan pelayanan, akurasi
pelayanan, dan kenyaman yang dapat dimasukkan dalam variabel reliability,
responsiveness, empathy, assurance, dan tangible.
Penelitian ini juga mendukung teori Parasuraman dan Zeithaml (1990) di mana
tolak ukur kualitas pelayanan dapat diukur oleh 10 sub variabel (dimensi), yaitu: tangible
(berwujud), reliability (keandalan), responsiveness (kerosponsifan), competence
(pengetahuan dan keterampilan), courtesy (perilaku), credibility (kejujuran), security
(keamanan), access (kemudahan hubungan), communications (komunikasi), dan
understanding the customer(mengerti kebutuhan masyarakat).
Kesepuluh variabel itu pada dasarnya sama dengan lima variabel yang digunakan
sebagai dasar dalam penelitian ini, yakni: reliability, responsiveness, empathy, assurance,
dan tangible. Hasil penelitian mennjukkan bahwa variable reliability, responsiveness,
empathy, assurance, dan tangibleberpengaruh positif terhadap kepuasan nasabah kredit
perorangan maupun kredit kelompok.
Namun bila lebih dicermati lebih lanjut, untuk nasabah kredit perorangan variabel
dominan adalah responsiveness. Tanggapan dari karyawan terhadap nasabah kredit
kelompok variabel yang lebih berpengaruh adalah empathy, maka pihak bank lebih
memperhatikan secara individu. Untuk itu, tidaklah mengherankan hampir perbankan
terutama BPR, lebih memperhatikan atau menaruh perhatian, memberi kemudahankemudahan kepada para nasabah yang mengambil kreditsecara kelompok di mana ada
penanggung jawabnya.
Penelitian mendukung penelitian Host (2004) yang menyatakan ada hubungan
antara kepuasan pelanggan dan kualitas pelayanan yang indikatornya adalah reliability,
responsiveness, empathy, assurance, dan tangible. Penelitian ini juga mendukung
penelitian Wahyuddin dan Muryati (2001) berkaitan dengan kepuasan pelanggan PDAM
kabupaten Klaten, di mana pelayanan petugas sangat signifikan terhadap kepuasan
pelanggan, di mana dalam penelitian ini semua variabel bebas (reliability, responsiveness,
empathy, assurance, dan tangible) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap
kepuasan nasabah di PD.BPR Bank Pasar Kabupaten Karanganyar.
D. PENUTUP
1. Simpulan
a. Variabel bebas reliability, responsiveness, empathy, assurance, dan tangible
secara individual berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan nasabah.
b. Variable bebas reliability, responsiveness, empathy, assurance, dan tangible
secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan debitur
di PD BPR Bank Pasar Kabupaten Karanganyar.
c. Nilai koefisien determinasi (R2) untuk kredit perorangan sebesar 0,898. Ini
menunjukkan sebesar 89,8 % variabel reliability, responsiveness, empathy,
assurance, dan tangible mampu mempengaruhi variabel kepuasan nasabah
secara signifikan, sedangkan sebesar 11,2 % dipengaruhi oleh variabel lain yang
tidak dimasukkan dalam model. Nilai koefisien determinasi (R2) kredit kelompok
sebesar 0,820 artinya sebesar 82,0 % variabel reliability, responsiveness,
empathy, assurance, dan tangible mampu mempengaruhi variabel kepuasan
nasabah secara signifikan, sedangkan sebesar 18,0 %dipengaruhi oleh variabel
lain yang tidak dimasukkan dalam model.
2. Saran-saran
a. Sikap tanggap karyawan dan perhatian dalam pelayanan pemberian kredit bank
perorangan maupun kelompok merupakan unsur yang sangat menentukan dalam
pelayanan kredit. Untuk itu, sudah selayaknya para karyawan meningkatkan sikap
tanggap perhatiannya terhadap nasabah dalam sistem layanan yang diberikan
sehingga dapat bersaing dengan pihak perbankan sejenis.
b. Semua unsur dimensi mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan nasabah
sehingga PT BPR Bank Pasar Kabupaten Karanganyar perlu memperhatikan lebih
khusus dimensi-dimensi tersebut serta mencari terobosan yang dapat meningkatkan.
DAFTAR PUSTAKA
Afnan, Muhammad. 2003). “Analisa Kepuasan Nasabah terhadap Kualitas Pelayanan
Bank BPD DIY Cabang Sleman”, Tesis Tidak Dipublikasikan, Program
Pascasarjana UMS, Surakarta.
Arikunto, Suharsimi. 1992. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka
Karya.
Gaspersz, Vincent. 1997. Manajemen Kualitas dalam Industri Jasa.Jakarta: PT Gramedia
Pustaka Utama.
Gaspersz, Vincent. 2000. Manajemen Produktivitas Total, Strategi Peningkatan
Produktivitas Bisnis Global.Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Gaspersz, Vincent. 2001. Ekonomi Manajerial Pembuatan Keputusan Bisnis.Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama.
Gujarati, Damodar N. 2003, Basic Econometrics(Fourth Edition). Singapore: Mc Graw Hill.
Hasibuan, S.P. dan Malayu. 1989. Manajemen Sumber Daya Manusia.Jakarta: PT Bumi
Aksara.
Host, Viggo and Andersen, Michael Knie. 2003. „Modeling Customer Satisfaction in
Mortgage Credit Companies”. Emerald The International Journal of Bank
Marketing, Denmark.
Kotler, Philip. 1997. Dasar-dasar Pemasaran (Terj: Alexander Sindoro). Jakarta:
Prenhalindo.
Kotler, Philip. 2000. Manajemen Pemasaran.Jakarta: PT Prenhalindo.
Krajewski, L.J. dan Ritzman, L.P. 1996. Operations Management: Strategy and Analysis
(4th Edition). New York: McGraw Hill.
Kuncoro, Mudrajad. 2001. Metode Kuantitatif Teori dan Aplikasi untuk Bisnis dan
Ekonomi.Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan AMP YKPN.
Luthan, Fred. 1995. Organizational Behavior(Seventh Edition). New Jersey: Prentice Hall.
Parasuraman, A., Zeithaml, V.A., and Berry, L.L. 1988. Delivering Quality Service
Balancing Customer Perceptions and Expectation.New York:The Fress Press.
Rangkuti, Freddy. 2003. Measuring Customer Satisfaction.Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama.
Riduwan. 2005. Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian (Cetakan Ketiga).
Bandung: Alfabeta.
Saifudin, Azwar. 1997. Reliabilitas dan Validitas (Edisi Ketiga), Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.
Santoso, Singgih. 2001. Buku Latihan SPSS Statistik Parametri(Edisi Pertama). Jakarta:
PT Alex Media Komputindo.
Sekaran, Uma. 2000. Research, Methods for Business, A Skill – Building Approac,(Third
Edition). Singapore: John Wiley & Sons, Inc.
Setiaji, Bambang. 2004. Panduan Riset dengan Pendekatan Kuantitatif. Surakarta:
Program Pascasarjana UMS.
Sudarsito. 2004. ”Analisa Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Nasabah pada PD
BPR Bank Pasar Kabupaten Karanganyar”, Tesis Tidak Dipublikasikan,
Program Pascasarjana UMS, Surakarta.
Sugiyono. 1994. Metode Penelitian Administrasi.Bandung: Alfabeta.
Sumodiningrat, Gunawan. 1999. Ekonometrika PengantarYogyakarta: BPFE.
Susanto. 2001. ”Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Nasabah BPRBKK Karangmalang Kabupaten Sragen”, TesisTidak Dipublikasikan, Program
Pascasarjana MM UMS, Surakarta.
Swasta, Dharmesta Basu dan Hani Handoko. 2002. Manajemen Pemasaran Analisa
Perilaku Konsumen.Yogyakarta: BPFE.
Tjiptono, Fandy dan Gregorius Chandra. 2005. Service, Quality, & Satisfaction.
Yogyakarta: Penerbit Andi.
Tjiptono, Fandy. 1997. Prinsip-prinsip Total Quality Service. Yogyakarta: Andi Offset.
Tjiptono, Fandy. 1997. Strategi Pemasaran(Edisi Ke-2). Yogyakarta: Andi Offset.
Wahyuddin dan Ambar Muryati. 2001.“Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan
Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Klaten“, Jurnal
Manajemen Daya Saing, Vol.2, Program Pascasarjana MM UMS, Surakarta.
LOGO BPR (BANK PERKREDITAN RAKYAT)
CONTOH GRAFIK :



Tidak ada komentar:
Posting Komentar